wardafmwpoapwo
Pendahuluan Teknologi Informasi (TI) telah menjadi kekuatan pendorong utama perubahan di berbagai aspek kehidupan kita. Di era digital ini,...
Resume Webinar Masta IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Tahun 2020
Kiprah Ikatan Menyongsong Kampus yang Mencerahkan
Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan masa ta'aruf atau bisa disingkat MASTA pada tanggal 29 Agustus 2020. Acara ini dilakukan secara daring melalui live via zoom dan live platform youtube yang diikuti oleh kurang lebih tiga ribu mahasiswa baru UMS. Webinar ini dimulai pada pagi hari tepatnya pada pukul 07.30 WIB. Setiap mahasiswa yang mengikuti acara melalui via zoom diwajibkan untuk memakai baju batik berwarna merah dan bawahan berwarna hitam. Peserta juga wajib menyalakan kamera pada via zoom saat acara berlangsung.
Webinar dimulai dengan pembawa acara yang membacakan tata tertib dan susunan acara. Kemudian acara dibuka dengan pembacaan basmalah bersama lalu dilanjutkan dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Quran pada Surah Ali-Imran ayat ke 102 hingga 104 oleh Immawan Zaki. Setelah itu,acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu mars muhammadiyah sang surya. Kemudian sambutan sambutan yang salah satunya oleh Dr. Sofyan Anif. M. Si. Selaku rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta. Lalu barulah materi disampaikan oleh pembicara yaitu Dra. H. Lendra.
Adapun materi yang disampaikan oleh Dra. H. Ledra yaitu sebagai berikut. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau biasa disingkat IMM dibangun untuk mendidik kader perserikatan muhammadiyah. Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 Oktober tahun 1912. Organisasi ini menggerakkan dan menjunjung tinggi agama Allah swt. Muhammadiyah adalah organisasi islam terbesar dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. IMM adalah salah satu organisasi otonom di Universitas Muhammadiyah Surakarta. IMM adalah gerakan mahasiswa islam. IMM berkepribadian muhammadiyah dan menjadi eksponen muhammadiyah. Beliau memberi nasehat "hari ini harus lebih baik dari hari kemarin" harus menjadi motto dalam hidup kita. Kemampuan akan lebih baik bermakna jika kita sebarkan ke teman teman lainnya. Beliau juga memberi nasehat bahwa sebagai umat muslim, etika dan perbuatan baik itu harus diperjuangkan.
Acara webinar ini berakhir pada siang hari pukul 12.00 dengan diakhiri bacaan penutup majelis dan bacaan hamdalah. Kemudian para Mahasiswa baru yang telah mengikuti acara tersebut diberikan tugas untuk meresume acara webinar imm tersebut.
Pengalaman Kepemimpinan Pribadi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tugas laporan kuliah yang saya terima pada saat kuliah online/daring di informatika universitas muhammadiyah surakarta semester 1. Mata kuliahnya yaitu kepemimpinan dan komunikasi interpersonal. Berikut ini adalah tugas kki yang saya buat.
Nama : Fahreza Rayhan Yudhistira
NIM : L200200001
Tugas Seorang
Pemimpin
Nama
saya Fahreza Rayhan Yudhistira, biasa dipanggil reza atau fahreza, saya berasal
dari Kota Salatiga. Saya lahir pada tanggal 5 desember 2001 di Kota Salatiga.
Disini saya akan menceritakan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang
pemimpin.
Sebenarnya
saya tidak memiliki banyak pengalaman menjadi seorang pemimpin, tapi akan saya
ceritakan sedikit pengalaman saya menjadi seorang pemimpin. Dimulai dari saya
masih bersekolah di sekolah dasar tepatnya di SD Muhammadiyah (plus) Salatiga.
Saya sering menjadi ketua dalam sebuah tugas kelompok dan juga kelompok
belajar. Sebagai ketua dalam kegiatan tersebut saya diberi amanah oleh guru
untuk mengkoordinasikan kelompok, membagi tugas dalam kelompok, mengarahkan
anggota dan juga memantau kerja anggota. Saya juga harus mengingatkan kapan
deadline pengumpulan tugas tersebut. Belum lagi ada anggota kelompok yang tidak
mau mengerjakan tugasnya atau malas malasan dan menunda nunda tugasnya. Karena
itu sebagai ketua saya harus tegas dalam mengarahkan anggotanya. Itulah
pengalaman pertama saya menjadi seorang pemimpin.
Begitu
pula pada saat memasuki sekolah menengah pertama, saya juga beberapa kali
menjadi ketua dalam tugas kelompok. Dan saat memasuki pendidikan SMA saya
memilih untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler karate. Disana saya dibimbing
dan dilatih bela diri karate oleh pelatih dan juga para senior. Hingga saat
taun ketiga saya mengikuti ekstrakulikuler tersebut, saya diberi amanah oleh
pelatih untuk menjadi wakil ketua dalam ekstrakulikuler tersebut. Sebagai
pengurus ekstrakulikuler tersebut saya harus bisa menyeimbangkan antara belajar
dan juga kegiatan organisasi. Saat menjadi wakil ketua ekstrakulikuler ini saya
diberi tugas untuk mengarahkan anggota, mengurus dokumen ekskul, menggantikan
ketua saat ketua tidak hadir, melatih anggota saat pelatih berhalangan untuk
hadir, mendata daftar hadir di setiap pertemuan, dan juga mengurus dokumen
anggota yang ingin mengikuti perlombaan. Saat saya menjadi pengurus organisasi
ini saya harus bersikap tegas dan juga disiplin. Itulah sedikit cerita
pengalaman pribadi saya menjadi seorang pemimpin yang pernah saya alami.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.